K.A.I.Z.E.N

KAIZEN

                Ditahun 1950-an sekelompok pengusaha Jepang mengujungi perusahaan Amerika untuk mempelajari  “rahasia produktivitas industri Amerika”. Salah satunya adalah Toshiro Yamada yang datang untuk mempelajari industri kendaraan. Dalam kunjungannya tersebut, dia merasa heran, karena salah satu industri disana, yaitu pabrik baja River Rouge tidak mengalami perubahan selama 25 tahun. Sementara perusahaan Toshiba dalam waktu seminggu sudah mengalami perubahan dilini produksi sebesar seperempat bagian. Hal ini menunjukan bahwa kunci perbedaan antara pandangan orang barat dan orang Jepang terhadap perubahan terletak pada konsep KAIZEN.

                Konsep KAIZEN menerangkan mengapa perusahaan Jepang mustahil tidak mengalami perubahan selama bertahun-tahun. Sedangkan pada praktik bisnis barat konsep KAIZEN tidak ada atau sedikit sekali diterapkan pada perusahaan barat saat ini. Lebih buruknya lagi mereka menolaknya tanpa mengetahui manfaatnya. Akibat kekurangan konsep KAIZEN-lah maka sebuah pabrik Amerika atau Eropa tidak mengalami perubahan selama seperempat abad.

                KAIZEN berarti penyempurnaan, yaitu penyempurnaan berkesinambungan yang melibatkan setiap orang baik manager maupun karyawan. Inti praktik management  “khas Jepang” – dapat berupa peningkatan produktivitas, kegiatan PMT (Pengendalian Mutu Terpadu), Gugus Kendali Mutu(GKM), maupun hubungan kerja dapat disingkat menjadi satu kata: KAIZEN. Memakai istilah KAIZEN dari pada kata-kata seperti  produktivitas, PMT, ZD (Zero Defect),kamban, dan sistem saran memberikan gambaran yang lebih jelas tentang apa yang terjadi dalam industri Jepang.             8 step 7 Tool of Kaizen

 “Pesan dari strategi KAIZEN ialah bahwa tidak satu haripun boleh berlalu tanpa sesuatu tindakan penyempurnaan dalam perusahaan.”

KAIZEN dan Manajemen:

                Manajemen mempunyai dua komponen utama: pemeliharaan dan penyempurnaan. Pemeliharaan mengacu kepada kegiatan yang ditunjukkan kepada pemeliharaan standar teknologi, manajerial dan operasi saat ini. Pemeliharaan mengacu kepada kegiatan yang ditujukan kepada pemeliharaan standar teknologi, manajerial dan operasi saat ini. Penyempurnaan mengacu kepada menyempurnakan standar saat ini.

                Mula-mula manajemen harus menetapkan kebijakan, peraturan, petunjuk dan prosedur untuk semua operasi besar, kemudian mengawasinya supaya semua orang menerapkan POB (Prosedur Operasi Baku). Bila karyawan dapat menerapkan standar tetapi tidak melaksanakannya, manajemen harus menegakkan disiplin.  Bila karyawan tidak dapat menerapkan standar, menajemen harus melaksanakan latihan atau merevisi standar itu sehingga dapat dilaksanakkan.            

Semakin tinggi kedudukan seorang Manajer, semakin banyak ia terlibat dengan penyempurnaan. Pada tingkat dasar, karyawan yang  tidak terampil yang bekerja dengan mesin mungkin menggunakan seluruh waktunnya untuk melaksanakan tugasnya. Tetapi, sewaktu ia lebih mahir dalam pekerjaannya ia mulai memikirkan tentang penyempurnaan. Ia mulai menyumbangkan pikirannya demi penyempurnaan dalam cara melakukan pekerjaannya, baik melalui saran individual maupun melalui saran kelompok.

                Penyempurnaan dapat di pecah menjadi kaizen dan pembaruan (inovasi). Kaizen berarti penyempurnaan kecil yang diperoleh sebagai hasil usaha yang berkesinambungan. Pembaruan melibatkan penyempurnaan drastis sebagai hasil investasi besar dengan teknologi dan peralatan baru. Kaizen merupakan proses yang berkesinambungan dan melibatkan setiap orang dalam organisasi, maka setiap orang dalam hierarki manajemen terlibat dalam beberapa aspek kaizen.

                Waktu kita berbicara tentang kaizen semuanya menjadi sederhana sekali. Tidak seorangpun dapat menentang nilai dari penyempurnaan, karena itu merupakan hal yang baik. Titik awal dari penyempurnaan ialah menyadari kebutuhan akan hal itu. Asalnya dari kesadaran akan adanya masalah. Oleh sebab itu kaizen mengutamakan kesadaran akan adanya masalah dan memberikan cara untuk mengidentifikasi masalah.

Gugus Kendali Mutu (GKM) didefinisikan sebagai kelompok kecil yang secarasukarela melaksanakan kegiatan pengendalian mutu di tempat kerja. GKM hanyalah sebagai dari program perusahaan yang menyeluruh; tidak pernah seluruh PMT atau PMST. Peranan GKM umumnya hanya 10-30% daripada seluruh usaha PMT dalam perusahaan Jepang. Namun ceramah juran 1954 membuka aspek lain tentang pengendalian mutu, yaitu munculnya istilah Kendali Mutu (KM). KM telah berkembang menjadi alat manajemen yang ampuh untuk KAIZEN, melibatkan setiap orang dalam perusahaan.

Perbedaan asumsi penyempurnaan jepang dan bangsa barat:

Persepsi Fungsi Pekerjaan

KAIZEN dan PMT (Pengendalian Mutu Terpadu)

Jepang telah mengembangkan sistem strategi KAIZEN yang terinci sebagai alat manajemen dalam gerakan PMT. PMT mengalami perubahan dan penyempurnaan berkesinambungan, dan tidak pernah sama dari hari ke hari, gerakannya pun dipusatkan pada penyempurnaan kegiatan manajer pada semua tingkat.  Misalnya pada pemastian mutu, pengurangan biaya, memenuhi jatah produksi, memenuhi jadwal pengiriman, keamanan, dll. Manajemen juga telah menggunakan PMT sebagai alat untuk menyempurnakan kegiatan menyeluruh.

KAIZEN dan Sistem Saran

                Manajemen Jepang berusaha untuk melibatkan karyawan dalam KAIZEN melalui sistem saran. Jadi, sistem saran merupakan bagian penting dalam sistem manajemen yang ada, dan jumlah saran karyaawan dipandang sebagai kariteria penting dalam mengkaji ulang performa penyedia. Salah satu ciri khas manajemen Jepang ialah memperoleh sebanyak mungkin saran dari karyawan, kemudian manajemen bekerja keras untuk mempertimbangkan saran itu, dan sering kali memasukkannya secara langsung ke dalam KAIZEN secara menyeluruh. Maka melalui saran, karyawan dapat mengambil bagian dalam KAIZEN di tempat kerja dan memegang peranan penting dalam meningkatkan standar.

KAIZEN dan Persaingan

                Biasanya daya rangsang persaingan adalah harga, mutu dan jasa. Tetapi di jepang ternyata alasan utama persaingan adalah demi persaingan itu sendiri. Saat ini perusahaan jepang malah sedang bersaing dalam menghasilkan program kaizen yang lebih baik dan lebih cepat. Tetapi bila perusahaan bersaing satu dengan yang lain atas dasar kekuatan kaizen, maka penyempurnaan harus merupakan proses yang berkesinambungan.

Daftar Pustaka:

Mazaki,Imai.2001.KAIZEN.PPM.Jakarta:Indonesia.

Penampakan Buku:

Comments
4 Responses to “K.A.I.Z.E.N”
  1. Ardian Arief W. says:

    Nice post… ^_^

    thank’s for the article

  2. webmatr says:

    merci pour cette ressource, qui donne du sens à notre travail, à tres bientot namasté

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Trying To Be Consisten

    Let's make your self consistance in over view, and carefuly in manage emotion..:))

  • Thank You

    I just wanna say thank to every people surround of me who gave me many new knowledge that build my mature...^-^
  • Sorry ….

    I am sorry for every mistake I made in every time I passed away...
  • Please Help Me…

    I am a beginer in a writing a blog need too many your help as a reader by leave your comments here. Your comments will be an equipment to build my knowledge.
%d bloggers like this: